Jadwal dokter
Jadwal Dokter
Online Recruitment
Artikel
Agenda Acara

Saat ini tidak ada agenda

CONTACT US FACEBOOK

Choking, Keadaan Emergensi Yang Butuh Tindakan Tepat

Pernahkan Anda melihat orang tersedak (choking) saat makan? pertolongan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kasus tersebut? Ayah Bunda juga harus waspada karena kasus tersedak juga sering terjadi pada balita.  untitled 

Harus di ketahui tersedak adalah kondisi tertutupnya jalan napas sepenuhnya oleh suatu benda asing ( makanan, minuman dll) sehingga menghalangi aliran udara pernapasan menuju paru-paru. Tersedak dapat terjadi ketika makanan yang seharusnya masuk ke kerongkongan, masuk ke dalam saluran pernapasan. Pada kondisi normal, tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme pengaturan berupa struktur epiglotis yang menjaga agar makanan tidak masuk ke tenggorokan. saat kita bernapas, epiglotis tetap terbuka sehingga udara pernapasan bisa mengalir ke tenggorokan. Pada saat menelan makanan, epiglotis secara otomatis akan menutup jalur pernapasan sehingga makanan masuk ke kerongkongan. mekanisme ini bisa terganggu ketika kita makan terburu-buru. Tubuh mempunyai mekanisme pertahanan berupa refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat pernapasan. Ketika benda yang menyumbat terlalu besar dan tidak teratasi dengan beberapa kali upaya batuk, maka kondisi ini akan menjadi kondisi berbahaya yang mengancam nyawa. 

Berikut langkah-langkah pertolongan yang disarankan sesuai America Heart Association dan ACEP ( America Collage of Emergency Physicians). Penanganan pada penderita dewasa dan anak-anak diatas 1 tahun dalam kondisi sadar :

  1. Tanyakan pada pasien " Apakah anda tersedak?" jika penderita masih bisa berbicara, maka tidak perlu diberikan tindakan intervensi, yang dilakukan batuk dan bernapas spontan.
  2. Jika penderita tidak bisa berbicara maka yang dilakukan adalah dorong perut (abdominal thrust) yang dikenal dengan istilah Heimlich Maneuver. Langkah Heimlich Maneuver adalah dengan memposisikan diri Anda dibelakang penderita. Kemudia lingkarkan salah satu tangan Anda dalam posisi mengepal pada bagian atas pusar dibawah tulang dada (sternum) penderita. Posisikan ibu jari mengarah perut penderita. Lingkarkan tangan yang satunya dengan posisi menggenggam tangan yang sudah mengepal. Berikan dorongan kearah atas dengan cukup kuat. Lakukan sebanyak 6-10 kali secara cepat sampai sumbatan hilang.
Pertolongan dilakukan jika terjadi pada bayi ( anak dibawah 1 tahun).
th
  1. Posisikan bayi pada posisi telungkup (wajah menghadap kebawah) pada salah satu lengan bawah anda. Sangga bagian kepala dan leher dengan satu tangan tersebut. Posisikan kepala bayi lebih rendah dari batang tubuh.
  2. Lakukan 5 kali hentakan punggung (back blow), dengan memposisikan telapak tangan dibagian tengah punggung bagian atas (diantara kedua tulang belikat), lalu berikan dorongan mengarah ke atas
  3. Balikkan kembali posisi bayi dengan wajah menghadap keatas (terlentang) dengan kepala bayi lebih rendah dari tubuh
  4. Lakukan dorongan dada (chest thrust) dengan memberikan tekanan pada bagian tulang dada (sternum) bayi menggunakan dua atau tiga jari dengan kedalam 1/2 sampai 1 inchi (1,5-3 cm) sebanyak 5 kali
  5. Ulangi siklus back blow dan chest thrust sampai benda asing berhasil keluar.

Untuk penderita dewasa pada kondisi hamil tindakan Heimlich Maneuver diganti dengan Chest thrust. Dari rekomendasi yang telah dibuat AHA, tidak disebutkan adanya penggunaan back blow untuk mengatasi kasus tersedak pada anak dan dewasa. Disisi lain, pada tahun 2006 America Red Cross mengenalkan teknik five and Five yang merupakan kombinasi penggunaan back blow dan Heimlich Maneuver sebagai pertolongan pertama pada kasus tersedak. Tujuan dilakukan langkah ini adalah untuk memberikan dorongan udara sehingga bisa terjadi refleks batu yang cukup untuk mengeluarkan sumbatan.

_PRINT